Tinjau Kemajuan Program INEY Phase 2: Kota Pariaman Menjadi Percontohan dalam Upaya Penurunan Stunting dari BAPPENAS dan BANK DUNIA
Padang, 11 November 2025 – Pemerintah Kota Pariaman semakin menguatkan komitmennya dalam upaya percepatan penurunan stunting. Hal ini ditandai dengan pelaksanaan kegiatan penting, yaitu Mid Term Review (MTR) Program Investing in Nutrition and Early Years (INEY) Phase 2, yang berlangsung sukses pada Selasa, 11 November 2025, bertempat di Hotel Mercure Padang, Provinsi Sumatera Barat. Kegiatan MTR ini memiliki arti strategis sebagai momentum untuk meninjau secara mendalam pelaksanaan program dan mengevaluasi kemajuan implementasi INEY Phase 2.
Kota Pariaman terpilih sebagai salah satu dari dua daerah percontohan di Indonesia, bersama dengan Kabupaten Gorontalo Utara, menjadikannya model penting dalam implementasi program ini. Tujuan utama dari MTR, seperti yang dijelaskan oleh Perwakilan Bappenas, adalah untuk mengidentifikasi capaian, kendala, dan pembelajaran yang diperoleh dari pelaksanaan program di daerah.
Acara dibuka dengan rangkaian sambutan resmi:
1. Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Barat menyampaikan sambutan hangat dan ucapan selamat datang kepada Tim Bappenas serta seluruh peserta MTR.
2. Bappenas memaparkan latar belakang dan tujuan MTR untuk memastikan program berjalan efektif dan tepat sasaran.
3. Perwakilan Bank Dunia menjelaskan agenda rinci dan mekanisme MTR, termasuk rencana tindak lanjut yang akan diambil berdasarkan hasil review.
Progres Nyata Kota Pariaman dalam Konvergensi Stunting
Sesi inti kegiatan dilanjutkan dengan paparan komprehensif dari Plt. Kepala Bappeda Kota Pariaman Adi Junaidi. Paparan ini berfokus pada progres pelaksanaan Program Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting (PPPS) di Kota Pariaman, menyoroti keberhasilan dan tantangan yang ada.
Beberapa poin penting yang dipaparkan mencakup:
- Profil dan Capaian Stunting: Data terbaru mengenai kemajuan penurunan angka stunting di Kota Pariaman diangka 17,7 % tahun 2023 menjadi 15,7 % tahun 2024.
- Aksi Konvergensi: Pemanfaatan hasil aksi dan perkembangan skor konvergensi di tingkat desa, menunjukkan integrasi program antar sektor.
- Penguatan Kelembagaan dan SDM: Strategi peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan dukungan kelembagaan program.
- Perencanaan & Penganggaran: Gambaran alokasi sumber daya untuk program stunting.
- Pemantauan dan Evaluasi (Monev): Sistem monev yang dilakukan di tingkat desa dan kota.
- Tantangan dan Hambatan: Identifikasi kendala yang dihadapi di lapangan untuk dicarikan solusi bersama.
Kolaborasi Multisektor Kunci Keberhasilan
MTR ini dihadiri oleh perwakilan multisektor, menegaskan pentingnya kolaborasi dalam mengatasi masalah stunting melibatkan lembaga adat yang ada KAN, Bundo Kandung, Perguruan Tinggi, Perusahan, Baznas, TNI Polri juga Asosiasi Perkumpulan yang ada.
Peserta MTR berasal dari unsur pemerintah provinsi dan kabupaten/kota, termasuk:
- Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Barat dan Kota Pariaman
- Bappeda, BKKBN, dan Dinas Kesehatan Propinsi Sumatera Barat dan Kota Pariaman
- Dinas terkait seperti KB/DP3AKB, Dukcapil, DPMD, Pendidikan, dan PU Kota Pariaman
- Tim PPPS, serta Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Provinsi dan Kota Pariaman.
Melalui kegiatan Mid Term Review ini, diharapkan dapat dirumuskan rekomendasi
strategis yang kuat untuk memperkuat implementasi Program INEY Phase 2.
Tujuannya adalah untuk mempercepat upaya penurunan stunting dan meningkatkan
kualitas pembangunan manusia di Kota Pariaman dan Provinsi Sumatera Barat
secara berkelanjutan.
Selanjutnya akan dilakukan Kegiatan Hari ke 2 melakukan Kunjungan Lapangan di
Desa percontohan di Desa Cubadak Mentawai Kecamatan Pariaman Timur Kota
Pariaman.
#BangunDesaBangunIndonesia
#PenurunanStunting
#TPPKotaPariaman
#TAPMKotaPariaman

Komentar
Posting Komentar