Peningkatan Kapasitas Pemerintah Desa dan Kader Pembangunan Manusia (KPM) se-Kota Pariaman Dukung Upaya Penurunan Stunting
Kota Pariaman — Pemerintah Kota Pariaman melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa menggelar kegiatan Peningkatan Kapasitas Pemerintah Desa dan Kader Pembangunan Manusia (KPM) se-Kota Pariaman. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, dari tanggal 7 hingga 9 Oktober 2025, di Aula Gedung LKAAM Kota Pariaman.
Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh Kepala Seksi (Kasi) Pelayanan, Kader Pembangunan Manusia (KPM) dari 55 desa, serta Koordinator Kecamatan Tenaga Pendamping Profesional (Koorcam TPP) se-Kota Pariaman dengan Narasumber dari Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Kota Pariaman Ibu Sri Sumardiyah, ST yang materi Praktek Penginputan Aplikasi EHDW.
Tujuannya adalah memperkuat peran dan kapasitas aparatur desa serta KPM dalam upaya percepatan penurunan stunting di wilayah Kota Pariaman.
Tujuan Peningkatan Kapasitas
Melalui kegiatan ini, peserta dibekali pemahaman dan keterampilan baru untuk:
• Meningkatkan kemampuan KPM dalam memfasilitasi masyarakat desa agar mampu mencegah dan menangani stunting secara mandiri.
• Meningkatkan kualitas pendataan dan pemetaan stunting melalui pemanfaatan aplikasi Electronic Human Development Worker (EHDW) dari Kemendesa.
• Meningkatkan kinerja pemerintah desa dalam pelaksanaan program penurunan stunting secara berkelanjutan.
Strategi Peningkatan Kapasitas
Kegiatan ini mengedepankan tiga pendekatan utama:
1. Pelatihan dan Pendampingan — Peserta mendapatkan pelatihan teknis tentang pencegahan dan penanganan stunting serta tata cara penggunaan aplikasi EHDW Kemendesa.
2. Pengembangan Kapasitas — Penguatan kemampuan KPM dan perangkat desa dalam memfasilitasi masyarakat serta mengadvokasi program kesehatan dan gizi di tingkat desa.
3. Pemantauan dan Evaluasi — Dilakukan untuk memastikan kinerja pemerintah desa dan KPM berjalan optimal dalam mendukung target penurunan stunting.
Peran KPM dalam Penurunan Stunting
KPM menjadi ujung tombak di tingkat desa. Mereka berperan aktif dalam:
• Mensosialisasikan kebijakan konvergensi pencegahan stunting kepada masyarakat.
• Mendata rumah tangga sasaran 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).
• Memantau layanan kesehatan dan gizi bagi sasaran 1.000 HPK.
• Mengadvokasi peningkatan belanja desa dalam APBDes untuk kegiatan pencegahan stunting.
Pemanfaatan Aplikasi EHDW Kemendesa
Dalam kegiatan ini, peserta juga diperkenalkan penggunaan aplikasi EHDW Kemendesa yang berfungsi untuk:
• Memantau dan melaporkan kegiatan penurunan stunting di desa secara real time.
• Membantu pemerintah desa dan KPM dalam pendataan rumah tangga sasaran serta layanan pencegahan stunting.
• Meningkatkan kualitas data dan pemetaan kasus stunting di setiap desa
Dengan pelaksanaan kegiatan peningkatan kapasitas ini, diharapkan sinergi antara pemerintah desa, KPM, dan tenaga pendamping semakin kuat. Langkah ini menjadi bagian penting dalam upaya Pemerintah Kota Pariaman untuk mewujudkan generasi sehat, cerdas, dan bebas stunting menuju Kota Pariaman yang lebih sejahtera.

Komentar
Posting Komentar